Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H

Nutrisi Herbal Hayati
  • ~ Kicaumania Indonesia, Milik Kita Bersama ~ RSS Feed

    by Published on 1 August 2013 08:57 PM     Number of Views: 1935 
    Article Preview

    LEBARAN datang lagi, kicau mania bakal Harap-Harap Cemas (H2C) lagi. Para kicau mania pasti sudah mulai berpikir bagaimana nasib burung-burung kesayangannya jika ditinggal pulang kampung alias mudik selama berhari-hari.

    Bagi yang baru akan mengalami meninggalkan burung untuk mudik pasti sudah sibuk browsing-browsing internet mencari tips. Sementara bagi yang sudah berpengalaman mungkin sudah tidak pusing lagi.

    Namun, tidak sedikit pula yang gagal mempertahankan hidup burung momongannya meski ...
    by Published on 20 June 2014 03:21 PM     Number of Views: 351 


    SURABAYA, (KM) - Lomba Burung Berkicau KM Cup VIII yang berlangsung di lapangan Kodikmar, Gunung Sari, Surabaya, Minggu (15/6/2014) berlangsung sukses. Event akbar yang digelar dalam rangka ulang tahun ke-8 organisasi www.kicaumania.or.id (KM) ini sukses menjual 976 tiket.

    Tak hanya sukses persatukan kicau mania di dunia maya, KM melalui KM Cup VIII yang bertajuk "Anniversary kicaumania.or.id" ini berhasil mempersatukan pehobi burung berkicau khususnya di wilayah Jawa Timur di dunia nyata.

    KM Cup VIII ini, menjadi babak baru dalam lomba burung di Jawa Timur. KM Region Jawa Timur yang dengan penuh semangat terus menyosialisasikan lomba dan memperkenalkan sistem penjurian yang lebih fair play melalui Software Nominasi.

    Meski baru pertama kali gelaran lomba burung berkicau skala nasional KM Cup diadakan di Jawa Timur, ternyata KM Region Jatim mempu melaksanakan lomba secara profesional. Terbukti, selama perlombaan berlangsung, nyaris tak terdengar suara teriakan peserta.

    "Tiket yang terjual mencapai 976 tiket, sesuai dengan yang kita targetkan yaitu 900 tiket. Dan yang terpenting lomba berjalan dengan tertib dan lancar, serta minim protes dari peserta lomba," ujar Ketua Pelaksana KM Cup VIII, Handono atau yang akrab disapa Hanz.

    Hanz juga mengungkapkan rasa bangganya yang melihat gelaran KM Cup VIII berlangsung tanpa teriak dan suasana kondusif sejak awal hingga akhir lomba. “Animo peserta cukup bagus, hingga lomba selesai bisa dibilang minim protes,” ujarnya.

    Suasana gantangan



    Suasana penonton



    Selain sebagai agenda rutin mengumpulkan warga KM yang dalam kesehariannya berkomunikasi melalui media online, KM Cup VIII ini juga menjadi rentetan lomba KM untuk mensosialisasikan sistem Software Nominasi yang merupakan gebrakan KM dalam dunia penjurian lomba burung berkicau.

    Sebelumnya, Software Nominasi juga diterapkan dalam beberapa event besar seperti Pemilu KM Cup 2013 dan Wali Kota Depok Cup. Hasil penilaian juga dapat dilihat secara online melalui www.softwarelomba.com.

    Dengan menggunakan sistem Software Nominasi tersebut, panitia ingin menunjukkan bahwa juri-juri yang bertugas mampu bertindak cepat dan tepat tanpa ada titipan dari peserta lomba yang ingin burungnya menang secara tidak fair.

    Dalam KM Cup VIII, persaingan burung-burung berkualitas tersaji di gantangan. dari 26 kelas yang dibuka panitia, pemenang tiap-tiap kelas bisa dibilang merata, meski ada beberapa burung yang mendominasi.

    Meski berlangsung tertib, bukan berarti gelaran lomba ini tanpa kendala. Pada awal lomba, ada sedikit kendala pada sistem rekap Software Nominasi karena kendala koneksi yang kurang optimal.

    "Namun setelah disetting ulang, semuanya berjalan lancar sehingga penentuan nominasi burung pun bisa lebih cepat,” kata Penasehat KM yang juga pelopor Software Nominasi, Yogi Prayogi.


    Juri dan Tim Software Nominasi

    Tim Software Nominasi



    Panitia dan Juri



    Salah seorang peserta lomba, Made mengaku cukup puas dengan penjurian di KM Cup VIII ini. Meski mengaku belum paham dengan sistem Software Nominasi, namun dirinya yakin kinerja juri memberikan yang terbaik dan fair play. "Saya sih jujur belum mengerti dengan sistem penjurian ini. Tapi saya yakin penjurian sudah fair play, terbukti dengan juaranya yang tidak hanya diisi para pemain besar meski prestasi burung saya belum memuaskan," aku Made kepada KM.

    Dalam gelaran akbar ini, panitia memberikan doorprize-doorprize yang cukup banyak, di antaranya 3 ekor burung Love Bird persembahan Ketua Umum KM, Goesnadi Tirtosoediro (Goes), 5 ekor trotol Anis Kembang persembahan Fendy AKPK, sangkar dan aksesoris yang dipersembahkan Karunia Sangkar dan Galaksi Sangkar dan lain-lainnya.


    Penyerahan doorprize sangkar KM persembahan U-KM

    Pembagian doorprize



    U-KM



    Bertepatan dengan momen event KM Cup VIII ini, KM juga melakukan soft launching badan usaha KM yaitu Usaha Kicau Mania (U-KM) dimana dalam soft launching ini U-KM juga turut mempersembahkan produk sangkar branding KM sebagai doorprize.

    U-KM dibentuk sebagai wadah warga KM dalam menjalankan bisnis yang menunjang kebutuhan kicau mania dan diharapkan mampu membantu menghidupi web www.kicaumania.or.id yang biaya operasionalnya semakin mahal. Dalam waktu dekat, U-KM akan meluncurkan produk-produk dengan branding KM seperti sangkar, kerodong, jaket, kaos, topi, tas, dan burung hasil ternakan warga KM dengan Ring KM.



    Jimy bersama Buldozer

    Persaingan Ketat Burung-Burung Berkualitas

    Tepat pukul 09.00 WIB, lomba diawali dengan kelas Branjangan Member KM yang tiketnya digratiskan. Tiga burung yang semuanya asal Surabaya menguasai kelas ini, yaitu Ababil milik Akiat/Gobunseng, Midnite jagoan Didik Tiger Wong, dan EBF andalan Edo BF.

    Untuk kelas Murai Batu, terpantau full gantangan untuk semua kelas. Di kelas utama Murai Batu www.kicaumania.or.id, Buldozer besutan Jimy dari Tri Star Surabaya yang berhasil menjuarai. Dengan tembakan yang tajam dan roll lagu yang bervariasi, serta volume yang dahsyat, Buldozer berhasil pecundangi nama-nama yang mentereng di wilayah Jawa Timur seperti Matador milik Rudy dari Menanggal Surabaya yang terpaksa rela menduduki posisi runner up.

    Cilukba besutan HT yang dipercaya sebagai Duta Piala Raja berhasil mengisi posisi ketiga, disusul M-16 andalan Dimas Anto asal Kudus menempati posisi keempat dan Pesona besutan Wiwid HD dari Malang mencatatkan diri di posisi kelima.

    Sementara di kelas Murai Batu KM Region Jatim, Cilukba mengharumkan nama Duta Piala Raja dengan memuncaki posisi. Di urutan kedua direbut Super Totti besutan Ming Basket dari Surabaya, dan Kereta Malam jagoan Tailand DMK dari Surabaya berhasil mengisi posisi tiga. Sementara Buldozer terpaksa harus puas tenggelam ke posisi delapan di kelas ini.

    Di kelas Murai Batu Ebod Joss, Buldozer dan Cilukba bersaing ketat meski keduanya harus rela hanya menempati posisi kedua dan ketiga. Untuk kelas ini, yang menjuarai adalah nama baru yang harus diperhitungkan di masa datang. Adalah Bujana milik H. Arif dari Tanjung Kodok yang volume kicaunya mampu memukau juri dan peserta lomba yang mendengarkan.

    Kelas Cucak Hijau juga tidak kalah sengit, sedikitnya lima burung bersaing ketat memperebutkan kedigdayaannya. Di kelas www.kicaumania.or.id, Lembok milik Iconk-Romy dari Sari Roti BC berhasil menguasai persaingan sengit di kelas ini. Viruz milik Mr. Alfian dari B Good Sf berhasil menjadi runner up, dan Maeztro besutan Mr. Teguh W asal Yogyakarta mengisi posisi ketiga mengungguli Pemburu milik H. Didik BRC dan Meteor jagoan Hadi SN yang menmpati urutan empat dan lima.

    Di kelas Cucak Hijau KM Region Jatim, Lembok dan Virus kembali mendominasi dengan menempati urutan juara I dan II. Sementara juara III direbut Marvel milik Ardi Polda dari Ardo BC. Maestro dan Jokowi milik Arie harus puas berada di posisi keempat dan kelima.

    Sementara di kelas Cucak Hijau Ebod Joss, Meteor akhirnya berhasil memuncaki. Raja Tembak andalan Bajang dari Gasf Kudus secara mengejutkan berhasil menduduki posisi runner up, dan Maeztro terpaksa harus puas berada di posisi ketiga.

    Burung juara



    Tidak kalah seru di kelas Kacer, meski terpantau tidak full gantangan, namun yang bersaing adalah burung-burung yang sudah menjadi selebriti di wilayah Jawa Timur. Salah satunya nama Adipati besutan Mr. Deco yang sudah tidak asing di telinga kicau mania Jawa Timur. Burung yang dipercaya sebagai Duta Piala Raja ini berhasil merajai kelas Kacer dengan menjadi jawara di dua kelas.

    Di kelas Kacer www.kicaumania.or.id dan KM Region Jatim Adipati dan Robert LS milik H. Sapan STB dari Surabaya bersaing ketat dengan mengisi posisi juara I dan juara II. Sementara Kamandoko milik Udin Pracula dari KMP Pati berhasil menjadi juara III di kelas www.kicaumania.or.id dan Batman andalan H. Bayu dari Jatim Raya mengisi posisi juara III di kelas KM Region Jatim.

    Untuk kelas yang dianggap kelas neraka, yaitu Cendet, persaingan hampir sama dengan kelas Kacer. Tiga burung jawara yang mendominasi persaingan, yakni Presiden milik Mr. Lutfi Duta RKBC yang menjuarai Kelas KM Region Jatim, Cakra Khan besutan Ahmad Faim dari Gagak Rimang Cepu menjadi juara I di kelas Ebod Joss, dan Rock Speed milik Temoxz asal KMP Pati merajai Kelas Ebod Vit.

    Kelas paling menegangkan terjadi di burung Love bird. Dibuka sebanyak empat kelas dan dibatasi hanya 48 gantangan saja, terpantau full gantangan di semua kelas, namun tidak ada satupun burung yang mendominasi. Juara pertama untuk empat kelas dibagi untuk empat burung.

    Di kelas KM Region Jatim, Virgin milik H. Aan dari Arwana 04 Sf menduduki urutan teratas disusul Bajak Laut milik H. Abdus Salam dari Suramadu BC dan Dewi Sri besutan Kahyangan asal kediri yang menempati urutan kedua dan ketiga. Di Kelas Love Bird A, Mak Jambrong milik Anton KML dari LBB Team menjadi juaranya disusul Dewi Sri milik Haryanto dan XO milik Ferry DSB menduduki posisi kedua dan ketiga.

    Sementara di kelas Love Bird B, Kadal Aspal milik Haris Blind dari LBM Team berhasil merajai, disusul Tante Poo milik Asiong dan Temon andalan Iconk Romy dari Sari Roti BC yang menduduki juara II dan III. Di kelas Love Bird C, Kitaro milik Airlangga dari Heroes kali ini yang menguasai gantangan dengan menjadi juara pertamanya. Sementara Mak Jambrong kembali mencatatkan namanya di juara II dan Monalisa milik Farizi menduduki juara III.

    Khusus di kelas Anis Kembang, jawara-jawara wilayah Jawa Timur nampaknya belum tergantikan. Nama-nama seperti Perdana milik Bimo dari Mojokerto, Semar Mesem andalan Fendy AKPK, dan Gunung Kelud milik Ronny Perkosa dari Surabaya menghiasi jajaran juara Anis Kembang yang dibuka dua kelas yakni Kelas Ebod Vit dan Anis Kembang Ring.

    Dengan suksesnya gelaran KM Cup VIII, pengurus KM Pusat umumnya dan pengurus KM Region jatim khususnya, mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu melancarkan gelaran lomba KM Cup VIII dan peserta yang bersedia bekerja sama menghadirkan ketertiban dalam lomba.


    [B]Berikut daftar pemenang KM Cup VIII Surabaya:[/B]

    by Published on 10 June 2014 04:45 PM     Number of Views: 550 
    Article Preview

    PERATURAN LOMBA BURUNG BERKICAU
    KICAUMANIA CUP 2014
    Surabaya, 15 Juni 2014


    Demi ketertiban lomba dan agar lomba berjalan dengan lancar Fair Play dan Obyektive, maka Panitia Lomba Burung KICAUMANIA CUP VIII 2014 memutuskan Peraturan LOMBA BURUNG BERKICAU "KICAUMANIA KM VIII CUP 2014" (KM CUP VIII 2014) sebagai berikut :


    1. Peserta dilarang berteriak, menyebut, memanggil, bersiulan dan atau membunyikan peralatan apapun selama lomba berlangsung.
    2. Peserta dilarang berteriak menyebut nomor gantangan dan memanggil
    ...
    by Published on 3 June 2014 02:27 PM     Number of Views: 209 


    SURABAYA, (KM) - Komunitas burung yang tergabung dalam www.kicaumania.or.id (KM) akan mengadakan hajatan besar pada pertengahan Juni 2014. Untuk memperingati hari jadinya yang ke-8, komunitas yang beranggotakan kicaumania yang tersebar di seluruh Indonesia ini akan menggelar lomba burung berkicau KM Cup VIII di Kota Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur.

    Acara lomba tahunan ini sengaja digelar di wilayah Surabaya pada hari Minggu 15 Juni 2014 di KODIKMAR Gunung Sari, Surabaya setelah sebelumnya diadakan di Jakarta (2013) dan Semarang (2012) dengan pertimbangan lomba KM bisa merata di setiap region sekaligus menghidupkan kembali region Jatim yang sempat sangat disegani oleh kalangan kicaumania blok lain/region lain.

    "Region Jawa Timur belum pernah melaksanakan lomba-lomba KM, dan tahun ini merupakan tahun untuk KM Jatim yang dipercaya menggelar event tahunan ini," ujar Ketua Pelaksana KM Cup VIII, Handono atau yang akrab disapa Hanz ini.

    Hanz mengakui, untuk acara lomba burung kicau di wilayah Jatim, terbilang masih sangat sedikit atau jarang digelar. Karena itu, KM Cup VIII diharapkan bisa menjadi pelepas dahaga para kicau mania Jatim.

    "Sebenarnya animo peserta di wilayah Jawa Timur baik, namun sayang lomba skala nasional di Jawa Timur pada umumnya dan Surabaya pada khususnya sangat sedikit sekali," ungkap Hanz.

    Lomba berskala nasional yang rutin digelar KM ini tidak hanya soal burung saja, namun merupakan momen ajang silaturahmi para kicaumania di seluruh Indonesia umumnya dan seluruh Jatim khususnya. Karena itu, KM Cup VIII mengambil tema Anniversary www.kicaumania.or.id Gathering & Conservation 2014 dimana acara KM Cup merupakan agenda rutin untuk mengumpulkan warga KM yang sehari-harinya berkomunikasi melalui online.


    Ketua Pelaksana KM Cup VIII Surabaya, Hanz

    Ketua KM Jatim, Pandu Prawira menjelaskan, panitia memilih lingkungan TNI karena kebetulan KM Jatim sudah lama terjalin hubungan akrab dengan jajaran Marinir di sana. Selain lokasinya memadai, aksesnya juga mudah, lapangan luas dan mendapat dukungan penuh dari Kodikmar dan Pusdikmar.

    "Pertimbangannya supaya peserta makin tertib seolah mereka berada di kandang singa, dan juga didukungnya beberapa personel dari Marinir untuk meminimalisasi keributan. Selain itu, di sekitar lokasi banyak penginapan yang memadai untuk transit peserta beserta jagoannya," ujar Pandu.

    Dalam KM Cup VIII ini akan dibuka 26 kelas, dengan tiket kelas termahal dibanderol Rp300 ribu dan termurah dibanderol Rp50 ribu serta dibuka kelas untuk Branjangan tiket gratis. Tidak muluk-muluk, panitia hanya menargetkan acara ini diikuti 950 peserta.

    "Target kita tidak muluk-muluk, hanya di angka 950 peserta saja. Kalau lebih alhamdulillah sukses gelaran KM Cup," jelas Pandu.

    Pada kelas utama, dialokasikan untuk burung Murai Batu, Cucak Hijau dan Kacer karena ketiga burung ini masih menjadi primadona di kalangan kicau mania Jatim. Selain itu, KM Cup VIII juga membuka kelas untuk Lovebird, Anis Merah, Anis Kembang, Kenari, Cendet, Pleci, dan Branjangan.

    Meski tidak masuk kelas utama, namun tidak disangkal bahwa Lovebird dewasa ini juga menjadi trendsetter di Jatim. Meski panitia tidak memasukkan Lovebird ke kelas utama, namun panitia sengaja membuka kelas Lovebird lebih banyak dari burung lainnya.

    Khusus kelas Lovebird, panitia membatasi hanya 48 gantangan saja, sehingga penilaian juri akan lebih maksimal. Sebagai tambahan informasi, panitia menggunakan gantangan 8x8 atau 64 gantangan, berbeda dengan yang selama ini umum digunakan di event-event yang diadakan di Jatim yaitu 60 gantangan.

    "Kelas Lovebird memang rawan terjadi protes, karena itu kita redam dengan mengurangi jumlah gantangan agar penilaian berjalan mulus. Terbukti di acara KM sebelumnya, Walikota Depok Cup, cara ini sukses diterapkan," terang Pandu.


    Ketua KM Jatim, Pandu Prawira

    Sudah menjadi ciri khas lomba KM, penjurian akan dibantu menggunakan software nominasi. Sistem ini sebelumnya sudah sukses diterapkan di dua event besar KM, yakni Pemilu KM Cup (Jakarta) dan Walikota Depok Cup (Depok). Penggunaan teknologi IT ini bertujuan untuk mempersempit juri yang berniat tidak fair play dalam bertugas.

    Selain itu, juga untuk meningkatkan kepercayaan pelomba karena sistem penilaian dapat dipantau langsung di lapangan atau diakses secara online melalui www.softwarelomba.com.

    Panitia mengaku software nominasi ini sudah disosialisasikan secara gencar, dan diharapkan dapat diterima kalangan pelomba, khususnya wilayah jatim.

    "Sebetulnya perbedaannya sangat tipis antara software nominasi dan toss, saya rasa para kicaumania sudah siap dan sudah waktunya tampil sang jawara sejati tanpa embel-embel kenal juri dan sebagainya. Software nominasi telah disosialisasikan ke seluruh nusantara dengan bantuan media sosial dan media cetak, serta di lapangan-lapangan lomba. Alhamdulillah mereka sangat antusias dengan diberlakukannya sistem tersebut," ujar Pandu.

    Terkait juri, KM Cup VIII menggunakan juri independent yang diambil dari area Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Nama-nama juri yang bertugas juga dirahasiakan hingga hari pelaksanaan lomba.

    "Event KM Cup tidak ada unsur bisnis, diterapkannya sistem ini untuk mematikan langkah para juri dan pemain yang biasa melakukan KKN. Sangat disayangkan apabila kicaumania melewatkan event ini," pungkas Pandu.
    by Published on 21 April 2014 04:55 PM     Number of Views: 561 
    Article Preview

    Jakarta - KM, Software Sistem Nominasi KM (selanjutnya disebut Software Nominasi KM) sudah diujicoba dalam beberapa even nasional di Jakarta. Software ini dibuat sebagai akumulasi pengalaman saya dan teman-teman selama menangani lomba burung berkicau yang diselenggarakan KM, dan pengamatan lomba burung berkicau yang digelar sejumlah event organizer (EO) selama ini.


    Logo Software Sistem Nominasi KM

    Fakta di lapangan selama ini menunjukkan adanya pengajuan minimal 1 – 2 bisa koncer, adanya penambahan nilai mentok oleh juri saat bendera nominasi ditancapkan, karena ada juri yang belum memberi nilai mentok atau saat bendera koncer ditancapkan (tanpa nominasi), serta pemberian nilai mentok di ruang rekap oleh oknum juri atau panitia, sehingga burung tertentu bisa masuk daftar juara.

    Cara-cara di atas tentu tidak memenuhi alur dan proses penjurian yang tepat.Software ...
    by Published on 19 May 2014 10:41 PM   


    JAKARTA, (KM) - Usai diumumkannya penutupan lapangan Andromeda BC di Jl Mualim, Cibubur Minggu 4 Mei lalu, banyak peserta yang menyayangkan keputusan itu. Panitia sangat memahami keluhan peserta, namun tidak dapat berbuat apa-apa. Pasalnya, lapangan Mualim terpaksa ditutup karena sewa lahannya tidak dapat diperpanjang lagi, bukan karena kemauan panitia.

    Atas ketidak-nyamanan ini, panitia mohon maaf sebesar-besarnya. “Namun alhamdulillah, lega sudah, kami telah menemukan lapangan pengganti,” ungkap Wasis Gunadi, Ketua Andromeda BC yang juga warga KM ini.

    Menurutnya, launching-nya akan digelar Minggu 25 Mei mendatang di lapangan DutaRes, Jl M. Yusuf, Depok II Tengah.

    Panitia sangat termotivasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi para peserta, sebab, kondisi lapangannya juga lebih baik. Parkir luas (bersebelahan dengan lapangan sepak bola) dan mudah diakses dari segala penjuru.


    Wasis Gunadi


    Anang KM

    Perbaikan dan pengembangan sarana lomba juga lebih leluasa dilakukan. Suntikan semangat dan energi dalam melayani pesertapun bertambah, dengan bergabungnya salah satu tokoh KM, Anang KM, yang dikenal memiliki visi-misi sama dengan yang dijunjung tinggi Andromeda BC.

    Mengemas lomba yang “total fair event” adalah harga mati, itu motto utamanya. Dengan kondisi lapangan yang lebih baik, Andromeda BC yang diwakili Ny Anggun bersama Anang KM diharapkan menjadi “tandem” yang solid untuk menjawab tantangan dalam mewujudkan visi-misi mereka.

    Harga tiket pada launching 25 Mei mendatang cukup terjangkau, paling mahal Rp100.000. Harapannya, kicaumania “akar rumput” dapat berpartisipasi.

    Hadiah yang ditawarkan juga menarik, dengan jumlah gantangan 21 ekor saja, juara I nya diganjar Rp1.400.000, diberi bonus menjadi Rp2 juta kalau jumlah gantangannya lebih dari 30 ekor.

    Komposisi hadiah ini dikemas agar pemain-pemain menengah ke atas pun antusias. Selain itu, hasil penjualan tiket Anis Merah, Pentet, Ciblek dan Pleci (6 session dari total 22 session laga) dikeluarkan seluruhnya untuk hadiah. Menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain Anis Merah, Pentet, Ciblek dan Pleci.

    Pastinya, panitia berharap launching nanti dapat menjadi ajang berbaurnya kicaumania dari berbagai kalangan. Bahu-membahu mewujudkan lomba yang penuh pertarungan sengit antar jawara, dalam kebersamaan dan suasana kekeluargaan di antara kicaumania.

    “Burung-burungnya boleh bertempur habis-habisan, namun pemilik-pemiliknya saling bercanda-ria,” ujar Ketua Panitia, Ny Anggun.

    Sebelumnya panitia berterima kasih atas dukungan dan partisipasi segenap kicaumania untuk mensukseskan gelaran perdana Andromeda BC di lapangan barunya ini. Ucapan terima kasih tentu saja juga ditujukan kepada H. Ebod, www.ronggolawe.info, www.kicaumania.or.id dan Tabloid Ronggolawe atas dukungannya selama ini, yang membuat Andromeda BC makin dikenal dalam komunitas pecinta kicauan.


    by Published on 15 April 2014 02:29 PM     Number of Views: 548 


    Hercules milik Andrie Koploba

    BANDUNG, (KM) - Perhelatan lomba burung berkicau Dirgahayu TNI AU Ke-68 di Skadik 301 Husein Sastra Negara, Bandung, Minggu (13/4/2014) berjalan sukses meski sempat diguyur hujan di acara puncaknya.

    Acara yang digelar yang bekerjasama dengan EBOD JAYA ini menyajikan persaingan burung-burung papan atas dengan kualitas terbaik. Tidak hanya diikuti oleh Bandung Raya dan sekitarnya, tapi Lampung, Surabaya, Malang, Jakarta dan Bekasi juga ikut memeriahkan jalannya acara.

    Di kelas Lovebird, Hercules milik Andrie dari Koploba Tengah menjadi rajanya. Terpantau ngekek lebih dari delapan belas kali dengan durasi panjang-panjang, menempatkan Hercules menjadi jawara di kelas EBOD-VIT.

    “Jika burung bagus tidak perlu diteriaki juga pasti akan ketahuan kualitasnya, event kali ini saya cukup puas bukan hanya karena Hercules lovebird andalan saya menjadi jawara tapi karena panitia dan juri sangat tegas memandu jalannya lomba,” ujar Andrie Koploba.


    Di Kelas Anis Merah, yang menjadi pusat perhatian masih diraih Selebritis milik H Ojon. Nama Selebritis sudah tidak asing di telinga penghobi, ke manapun Selebritis mengikuti lomba maka di situlah Selebritis akan menjadi primadona lapangan.

    Kali ini, Selebritis sukses menorehkan tinta prestasi Hattrick, setelah sebelumnya moncer di Jatijajar Cup dengan raih Double Winer.

    H Ojon bukan hanya memoncerkan Selebritis saja, Fathin burung lovebirdnya juga moncer di kelas Ronggolawe dan Badboys kenari baru milik H Ojon setelah raih double winer di Jatijajar Cup kini masuk nominasi ke-6, dan tidak mau ketinggalan anis merah yang baru dipinang H Ojon dengan nama Mawar raih nominasi ke-6 di kelas E-Bodre.

    Murai batu Killer milik H Hendy Carton lagi-lagi menunjukkan kelasnya di lomba-lomba nasional. Murai batu yang memiliki andalan isian cucak cungko ini merajai kelas utama HUT TNI-AU.

    Sementara di Kelas Kenari, jagoan baru Naga Percona milik Dikdik Kembar SF mampu menarik perhatian para juri. Kicauan merdu dengan lagu rapat, Naga Percona berhasil mendominasi di Kelas Kenari Jatijajar dan Kenari Ronggolawe. Sementara itu di Kelas Jalak Suren, Getek milik Baya Bandung berhasil meraih poin tertinggi.


    Foto-foto: Dokumen Ronggolawe

    DAFTAR JUARA TNI AU, Minggu 13 April 2014








    by Published on 8 April 2014 08:24 PM     Number of Views: 845 


    JAKARTA, (KM) - Gelaran lomba burung berkicau Jatijajar Cup yang digarap Ebod Jaya dan Wong Djowo Team di lapangan Yonif 201 Jaya Yudha, Jalan Raya Bogor Km 28, Jakarta Timur, Minggu (6/4/2014) berjalan cukup sukses meski sempat diguyur hujan deras.

    Sedikitnya 900 ekor burung berkualitas bersaing dalam lomba ini, dan tidak sedikit merupakan burung papan atas yang menjadi jawara lomba nasional maupun regional di daerahnya masing-masing.

    Di event Jatijajar Cup yang dikomandani Suroto dan HM Tony ini terlihat full gantangan di beberapa kelas, di antaranya kelas murai batu, lovebird, kenari, dan cucak hijau.

    Di kelas murai batu, terlihat persaingan ketat antara burung-burung jawara. Seperti Kiamat milik H Sona Lampung, Killer milik H Hendy Carton dari H2R Bekasi, New Sensasi besutan H Budiono dari Bekasi, Raja Top jagoan Tedy/Yanto asal Cibubur dan beberapa nama-nama mentereng lainnya.


    Black dan Nurul, pemilik Raden 66

    Foto-foto lainnya



    Yang paling mengejutkan adalah murai batu Raden 66 milik Black/Nurul dari Delta SF Cibubur. Burung "kampung" ini berhasil mecundangi murai batu-murai batu terkenal di dua sesi Kelas Ebod Vit dan Kelas Ronggolawe.

    Raden 66 memang tidak turun di kelas paling bergengsi Kelas Jatijajar, yang pemenangnya berhak membawa hadiah Rp25 juta. Alasannya, sudah tidak kebagian tiketnya.

    Kelas Jatijajar dikuasai Killer milik H Hendy Carton, disusul Mata Angin milik Edi MKS dari Surabaya sebagai runner up, dan New Sensasi jagoan H Budiono menduduki posisi ketiga. Sementara Raja Top, yang sebulan sebelumnya merajai Walikota Depok Cup, harus rela berada di posisi sembilan. Yang agak mengecewakan justru burung jawara nasional, Kiamat yang harus puas bertengger di posisi 10.

    Namun di Kelas Ebod Vit dan Kelas Ronggolawe, Raden 66 seakan-akan memberikan shock teraphy pada jawara-jawara di kelas Jatijajar. Dengan materi 70% ngerol dan 30% tembakan, Raden 66 secarah fasih memperdengarkan suara-suara cililin yang sampai nyeri empat kali, kenari, tengkek buto, serindit dan burung-burung kecil seperti colibri dan burung gereja.

    Di Kelas Ronggolawe, Raden 66 sukses menenggelamkan Killer ke posisi 8. Posisi runner up dikuasai Mandala milik Heri IP dari Jakarta, dan posisi ketiga diduduki New Sensasi. Sedangkan di Kelas Ebod Vit, Raden 66 mendominasi mengungguli Kupra dari Brother SF yang mengisi posisi kedua, dan Singkong di urutan ketiga. Sementara murai batu veteran, Casper milik Yogi KM, mampu unjuk gigi di kelas ini dengan menduduki posisi 10.

    Raden 66 adalah burung muda hutan tipe ekor panjang dibeli dari bukan seorang pelomba burung di Puwokerto dengan harga Rp15 juta. Nama Raden diembel-embeli 66 karena angka 66 merupakan nomer rumah dari pemiliknya.

    Meski bukan dibeli dari seorang pelomba, Black dan Nurul yakin burung muda yang baru dua kali mabung ini akan mampu berbuat banyak di lomba-lomba besar di Jakarta dari penampakan katuragan dan kualitas ngeriwiknya. Dan terbukti, sejak dibawa ke Jakarta, Raden 66 langsung menjuarai beberapa event lomba burung regional dan nasional.

    "Kami dulu belinya di Purwokerto, ditawari seorang teman yang tinggal di Ciracas. Waktu mantau burungnya dalam kondisi mabung. Tapi begitu melihat katuragannya, dan suara ngeriwiknya, kita yakin banget dengan burung ini," ujar Black kepada KM.

    Terkait rawatan, Nurul menjelaskan, Raden 66 termasuk murai batu yang mudah perawatannya, meskipun ada beberapa hal yang membuat burung ini sensitif.

    "Rawatannya mudah, jangkrik standar 5/5 pagi sore, kroto sesendok, mandi pagi saja. Tapi Raden 66 sensitif dengan topi dan tidak bersedia bunyi jika sangkar di bawah, namun tidak masalah di lapangan," papar Nurul.

    Jelang lomba, lanjut Nurul, mandi jadi pagi dan sore, jangkrik masih standar 5/5 pagi sore, kroto sesendok. H-1 lomba, mandi pagi dan sore, jangkrik standar 5/5 pagi sore, kroto sesendok di malam hari. Di hari lomba, Raden 66 mendapat menu tambahan berupa Ulat Hongkong sebanyak 10 ekor.

    Prestasi Raden 66 ini menjawab keragu-raguan orang terhadap kemampuan murai batu ekor panjang. Terbukti, Raden 66 mampu memainkan ekornya yang menjuntai dengan lagu-lagunya yang tajam.

    "Ekornya panjang, tapi tipis, jadi tidak masalah. Raden 66 memang biasa diturunkan di dua kelas saja. Bukan karena tidak kuat fisiknya, itu karena kami masih sayang dengan burungnya yang masih kategori muda. Tapi terkadang juga kita turunkan hingga 3 kelas, dan tidak masalah baginya, dan selalu masuk," ungkap Black.

    Burung yang saat ini dipersiapkan untuk event akbar Presiden Cup ini pernah mendapat tawaran tertinggi Rp100 juta, namun tidak dilepas karena masih sayang.

    "Ya kita bukannya menolak rezeki, tapi kita masih sayang dengan Raden 66. Tapi kami mungkin akan goyah juga jika datang tawaran lagi di atas Rp100 juta, hahahaha...," kelakar Black dan Nurul kompak.



    Hasil Lomba Jatijajar Cup, Jakarta, Minggu (6/4/2014)









    by Published on 13 March 2014 10:23 PM     Number of Views: 1142 


    JAKARTA, (KM) - Lomba Burung Berkicau Walikota Depok Cup yang digelar di halaman Balai Kota Depok, Minggu (9/3/2014) berjalan dengan sukses luar biasa. Dibuka total 24 kelas, diikuti sekitar 1.400 ekor burung, hampir semua kelas full gantangan.

    Acara ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan www.kicaumania.or.id (KM) yang merupakan bagian dari rangkaian acara Pencanangan Miniatur Konservasi Hayati Pemerintah Kota Depok.

    Gelaran yang diketuai Ridho Pulungan (Renan) dan theja Sanjaya (Theja) ini melahirkan burung jawara-jawara baru, yang mengiringi burung jawara muka lama. event yang berlangsung dalam cuaca yang cerah ini juga tercipta double winner dari tiga burung yang memang tampil cemerlang.

    Adalah Raja Top milik Tedy/Yanto (Cibubur) di kelas Murai Batu, Golden Boy milik Hany/Rizal (Brother SF) di kelas Lovebird, dan Kayana milik Novas (PCMI) di kelas Pleci.

    Raja Top mengawali kemenangannya di kelas Murai Batu Ring Dinas Pertanian & Peternakan. Tampil begitu dominan dengan tembakannya yang volumenya tembus, Raja Top berhasil mecundangi Murai Batu lawan-lawannya yang mengenakan ring-ring terkenal.

    Tedy mengaku, Raja Top merupakan burung pinggiran yang oleh pemilik lamanya hanya dibawa di kelas latberan saja. Namun setelah diangkat dengan nilai transfer Rp37 juta, Raja Top mulai dibawa ke lomba yang lebih bergengsi, termasuk Walikota Depok Cup ini. Tak perlu waktu lama, Raja Top berhasil menorehkan prestasi-prestasinya.

    "Ini burung pinggiran dari seorang penghobi burung di Kota Wisata, Cibubur yang tidak senang dengan lomba besar. Setelah dibeli dan menang di lomba yang diadakan Deptan, burung ini langsung mabung, dan baru sekarang bisa turun lagi," ujar Tedy.

    Tedy mengungkapkan, Raja Top merupakan burung tangkaran dari seorang penangkar kecil, yang menangkar asal-asalan. Sehingga, tidak heran jika ring yang dikenakan Raja Top bukan ring terkenal.

    "Raja Top silsilahnya kurang jelas. Kabarnya dari orang yang iseng-iseng nangkar aja. Lihat saja ringnya, hanya tulisan angka yang bisa dibeli eceran di toko-toko burung," ungkapnya.

    Namun, untuk kualitas Raja Top tidak diragukan lagi. Terbukti, di kelas paling bergengsi Murai Batu Walikota dengan hadiah Rp10 juta, Raja Top kembali menunjukkan dominasinya.

    Berada di posisi gantangan nomor 39, Raja Top berhasil memukau penonton yang ada meski jarak pagar dengan gantangan cukup jauh. Raja Top membuktikan bahwa burung tangkaran bisa mempermalukan burung-burung top hasil tangkapan hutan.

    Joko, yang menjadi joki untuk Raja Top saat lomba mengungkapkan, rawatan Raja Top terbilang sangat mudah. Mandi pagi dan sore, extra fooding (EF) jangkrik 7/7 pagi/sore, dan kroto sesendok.

    "Untuk persiapan lomba, burung diistirahatkan 3 hari sebelum lomba, EF diperbanyak, dan makan jangkrik semaunya," bebernya.





    Khusus kelas Lovebird, panitia sengaja membatasi maksimal 42 gantangan. Seperti diketahui, kelas Lovebird merupakan kelas yang rawan kontroversi ketika jumlah gantangan terlalu banyak.

    Ketua Umum KM, Goesnadi Tirtosoediro (Goes) mengakui bahwa khusus kelas Lovebird dalam lomba kali ini sangat luar biasa tertib. Menurutnya, pembatasan jumlah gantangan merupakan langkah efektif untuk meyakinkan para peserta bahwa burungnya pasti dipantau oleh juri.

    "Sekarang ini kualitas burung Lovebird yang dilombakan bagus-bagus. Jika jumlah gantangan terlalu banyak, dengan karakter burung seperti itu akan sulit bagi juri untuk memantau semua burung bagus. Dengan gantangan hanya 42, pelomba jadi lebih tenang dan yakin burungnya terpantau," ujarnya.

    Lovebird dibuka empat kelas, Golden Boy milik Hany Paroko dari Brother SF berhasil memboyong dua trophy dari empat kelas tersebut yakni Kelas Dinas Komunikasi A dan Dinas Komunikasi D. Golden Boy memang menjadi buah bibir saat terjadi transfer dari Jaya Bird Farm (JBF) senilai Rp100 juta baru-baru ini. Ternyata nilai yang cukup fantastis tersebut mampu dijawab Golden Boy dengan prestasinya.

    Prestasi Golden Boy dalam dua bulan terakhir ini memang mentereng. Setelah menjuarai Seri Penutup Liga Ronggolawe Jabodetabek di Bekasi (26/1), Media BnR Cup di Jakarta (23/2), disusul HUT TVRI Jabar di Bandung (2/3).

    Di kelas Lovebird Dinas Komunikasi B, Jamilah milik H Tavip (Jakarta) didapuk menjadi juaranya, sementara di Kelas Dinas Komunikasi C berhasil diduduki Indah Jaya milik Mitra ABH (Jakarta).




    Di kelas Pleci tak mau ketinggalan menorehkan prestasi, Kayana milik Novas 88 CKC dari PCMI juga berhasil meraih double winner dalam dua kelas yaitu Pleci A 220 Volt dan Pleci B 220 Volt, yang full gantangan juga.

    Kayana menjadi juara pertama saat turun d Kelas Pleci A, disusul N-Qory milik H Asep (Bandung) yang harus puas berada di posisi kedua.

    Novas nampaknya berhasil menciptakan burung prestasi di kelas Pleci. Di Kelas Pleci B, Novas menempatkan dua burungnya di peringkat teratas yakni Kayana dan Pangeran Muda, gaconya yang lain sebagai juara kedua. Masih kurang puas, mengisi posisi lima ada Golden Boy yang juga milik Novas.

    Di dua kelas kenari, yang juga full gantangan, terlihat wajah-wajah lama yang terbiasa menjadi juara. di antaranya ada Yogi yang membawa empat gacoan yang kesemuanya berhasil menorehkan prestasi. Selain Viper yang berhasil menjadi juara 1 di salah satu kelas kenari, Gacoan Yogi yang koncer lainnya adalah kenari Mawar Hitam (juara 2), Mahadewi (juara 3 dan 6), dan Lontong (juara 5 dan 6).

    Di Kelas Dinas Kelautan, Viper berhasil mengungguli Super Struk milik H Imam Zakaria (Jakarta). namun di Kelas Konservasi, Super Struk berhasil menduduki posisi pertama meredam Viper yang merosot di posisi keempat.

    Di tengah dominasi burung-burung kenari tenar, terdapat pendatang baru yang siap mengancam. Adalah Janujazz milik Kiky dari Pletos SF berhasil masuk 5 besar. Tampil di Kelas Dinas Kelautan, gaco anyar ini berada di urutan keempat.




    Persaingan ketat juga terjadi di kelas Cucak Hijau yang dibuka tiga kelas. Saking ketatnya, posisi juara diisi burung berbeda-beda silih berganti.

    Di Kelas Dinas Pertanian, posisi teratas dikuasai Chivas milik Ferry (Jakarta). Di Kelas Dinas Komunikasi dan Informasi didominasi oleh Gladiator jagoan Anton/Cecep (Jakarta). Sementara Kelas Konservasi, Pangeran Jayakarta milik Robby/Itoy (Jakarta) berhasil memuncaki.

    Sementara di kelas kacer yang dibuka dua kelas, Macan Sakti milik Priyo (Duta JAE Bekasi) didapuk menjadi juara pertama di kelas Kelas Dinas Komunikasi dan Informasi. Sedangkan Bodrex milik H Mahfud dari Comet Team berhasil menduduki posisi teratas di Kelas Dinas Pertanian dan Peternakan.

    Di kelas Pentet, di luar dugaan juga nampak full gantangan. Babylon, milik Duta Ong dari BSD City berhasil menguasai gantangan, disusul Bomber milik Rama asal Cikampek menjadi juara kedua, dan Raja Langit gacoan Budi/Yadi dari Cibubur mengisi posisi ketiga.

    Secara keseluruhan, lomba berjalan dengan lancar, meski ada sedikit kendala pada penerapan software nominasi, namun dengan sangat cepat bisa teratasi. Alhasil, dari 24 kelas yang dilombakan, bisa dibilang hampir tidak ada protes dari peserta lomba.


    Baca juga: Gandeng Pemkot, KM Sukses Gelar Walikota Depok Cup

    HASIL LOMBA WALIKOTA DEPOK CUP
















    by Published on 12 March 2014 05:50 PM     Number of Views: 674 


    JAKARTA, (KM) - Menjelang Pemilu 2014, www.kicaumania.or.id (KM) menggelar event Lomba Burung Berkicau Walikota Depok Cup di halaman Balai Kota Depok, Minggu (9/3/2014). Acara ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan KM yang merupakan bagian dari rangkaian acara Pencanangan Miniatur Konservasi Hayati Pemerintah Kota Depok.

    Dalam sambutannya, Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail mengatakan, gelaran ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan perayaan HUT Kota Depok. Selain itu, juga untuk merangsang masyarakat dalam kegiatan konservasi hewan jenis burung demi menjaga kelestarian alam di Kota Depok.

    "Kegiatan semacam ini selain bisa menjadi wisata hiburan bagi warga Depok, juga bisa memicu semangat masyarakat untuk menjadikan penangkaran burung sebagai pancaharian. Karena ternyata hal itu cukup prospektif," ujar Nur Mahmudi.

    Karena itu, lanjut Nur Mahmudi, Pemkot akan membantu memfasilitasi para penangkar burung dan unggas di wilayah Depok. Di antaranya dengan memberikan sertifikasi, penyuluhan, dan membantu melancarkan permodalan dengan menggandeng bank.

    "Kita sudah bekerja sama dengan organisasi kicau mania KM dalam hal mengembangkan konservasi dan pemberdayaan UMKM dalam bidang penangkaran burung berkicau. Saya dengar burung jenis Murai Batu harganya lumayan mahal dan banyak peminatnya. Sehingga ini mungkin bisa jadi potensial bagi warga Depok, walaupun harus hati-hati juga dengan risikonya," jelasnya.

    Nur Mahmudi menambahkan, untuk akses perbankan, Pemkot sudah menggandeng Bank BRI wilayah Depok untuk memberikan kredit lunak kepada pelaku UMKM di wilayah Depok untuk mengembangkan usahanya.

    "Bagi yang penangkarannya sudah berjalan, Bank BRI akan mempermudah pemberian kredit bagi para penangkar untuk mengembangkan usahanya. Sementara pemkot membantu untuk penyuluhan sekaligus promosi," jelasnya.

    Selain itu, Nur Mahmudi mempersilakan KM untuk memanfaatkan lahan Depok untuk kegiatan konservasi burung berkicau. Nurmahmudi menyarankan, lokasi untuk konservasi burung bisa dilakukan satu area dengan lahan konservasi flora yang sudah dilakukan Pemkot Depok.

    "Kita sudah berjalan untuk program konservasi flora, jika memungkinkan, bisa saja konservasi burung dilakukan di tempat yang sama," ujar Nur Mahmudi.



    Seremonial




    Dari KM, sambutan disampaikan oleh Dewan Penasehat KM, Ari Suprawadi (Arkum) yang mengatakan, program konservasi merupakan program yang menjadi concern KM sejak lama.

    "Semoga kerja sama ini bisa menjadi manfaat bagi banyak masyarakat, khususnya masyarakat Depok. Tak lupa kami ucapkan terima kasih pada Pemkot depok yang memfasilitasi banyak hal sehingga kerja sama ini bisa diwujudkan," ujar Arkum dalam sambutannya.

    Ketua I KM Ridho Pulungan (Renan) menambahkan, gelaran lomba ini hanya sebagian dari kerja sama KM dengan pemerintah kota Depok. Setelah ini, akan diadakan workshop terkait konservasi dan penangkaran.

    "Setelah ini selain diadakan lomba akan ada workshop terkait penangkaran dan konservasi yang mendatangkan pembicara dari member KM yang berpengalaman dalam bidang tersebut," ujar Ridho.

    Ridho mangatakan, KM dengan senang hati akan turut serta dalam menjaga alam di kota Depok. Ke depan, kita akan menggandeng wilayah-wilayah lain dalam kegiatan serupa.

    "Untuk sementara kita mulai dari yang terdekat dulu, nanti akan kita kembangkan ke kota-kota lainnya di Indonesia," pungkasnya.



    1.400 Tiket Ludes Terjual

    Di hari Minggu yang cerah, halaman Balai Kota Depok nampak ramai kicau mania menenteng jagoannya masing-masing. Di sudut lapangan, bagian tiketing terlihat antrian membeli tiket lomba maupun menunggu ada cancelan tiket dari peserta yang mengundurkan diri. Beberapa kali terdengar pengumuman ada cancelan tiket, beberapa kicau mania langsung berhamburan memperebutkannya.

    Tak heran, di hampir semua kelas terlihat full gantangan, bahkan kelas yang biasanya sepi di wilayah Jabodetabek seperti kelas Pentet, Cucak Jenggot, dan Anis Merah, juga memenuhi gantangan yang berjumlah 72 gantangan.


    Suasana Lomba




    "Kalau jumlah pastinya saya belum tahu pasti. Tapi kalau dilihat dari pemesanan tiket dan jumlah gantangan yang hampir semuanya terisi, saya yakin penjualan tiket mencapai 1.400 tiket," jelas Ketua II KM, Theja Sanjaya (Theja).

    Theja mengatakan, lomba yang digelar KM kali ini memang sangat ramai peminatnya, mengingat event-event lomba besar skala nasional akan banyak diadakan dalam waktu dekat. "Lomba kali ini rame banget, selain buat persiapan lomba besar dalam waktu dekat ini, cuaca yang cerah juga sangat mendukung," ujarnya.

    Bahkan, beberapa komunitas burung meminta panitia untuk membuka kelas tambahan. Contohnya kelas Pleci, karena merasa kurang puas hanya dijatah dua kelas, Pleci Mania Indonesia (PCMI) meminta panitia membuka dua kelas lagi untuk Pleci.

    "Tadinya kita bersedia membuka dua kelas tambahan buat pemain Pleci. Tapi sayang ternyata terbatasnya waktu yang membuat dua kelas tambahan itu tidak jadi dilaksanakan," ungkap Theja.



    Non Teriak Sukses Diwujudkan

    Seperti yang menjadi ciri khas atau peraturan lomba yang diadakan KM, di Walikota Depok Cup peraturan non teriak terlihat sangat sukses diwujudkan, meski ada satu atau dua pelomba yang berusaha teriak namun sadar hal itu hanya sia-sia.

    Rupanya panitia lomba memahami betul untuk mengatasi pelomba burung yang terbiasa berteriak saat burungnya beraksi. Di antaranya adalah menerapkan jarak pagar yang jauh dan menggunakan Sales Promotion Girl (SPG) yang sangat menarik perhatian peserta.

    Jarak antara pagar dengan tenda gantangan sengaja disetting 14 meter, sehingga walaupun peserta nekad berteriak, akan menjadi sia-sia karena tidak akan terdengar burung dan juri.


    Suasana Penonton




    "Kita melihat pengalaman yang sudah-sudah. Terakhir waktu Pemilu KM Cup jarak pagar masih kurang jauh, sehingga peserta masih bisa leluasa berteriak. Sekarang kita bikin lebih jauh, kira-kira ini ada 14 meter," jelas Ketua III KM, Danang (Penthol).

    Sebelumnya, panitia lomba sempat khawatir teriakan dan protes peserta akan sulit dibendung, khususnya pada kelas Lovebird. Untuk meredam semangat teriak para pemain Lovebird, panitia sengaja membatasi jumlah gantangan pada kelas Lovebird yang dibuka empat kelas ini.

    Ketua Umum KM, Goesnadi Tirtosoediro (Goes) mengakui bahwa khusus kelas Lovebird dalam lomba kali ini sangat luar biasa tertib. Menurutnya, pembatasan jumlah gantangan merupakan langkah efektif untuk meyakinkan para peserta bahwa burungnya pasti dipantau oleh juri.

    "Sekarang ini kualitas burung Lovebird yang dilombakan bagus. Jika jumlah gantangan terlalu banyak, dengan karakter burung seperti itu akan sulit bagi juri untuk memantau semua burung bagus. Dengan gantangan hanya 42, pelomba jadi lebih tenang dan yakin burungnya terpantau," ujarnya.


    Aksi SPG




    Sementara tugas SPG meliputi penarikan struk tiket dan menancapkan bendera peringatan dan diskualifikasi bagi peserta yang melanggar peraturan teriak.

    Para SPG ini tak jarang berjalan mengelilingi lapangan untuk berkomunikasi dengan peserta lomba, dan memotivasi peserta yang lamban dalam menggantangkan burung agar lebih cepat digantangkan.

    Dengan paras cantik dan tubuh sexy, tak ayal membuat perhatian peserta teralihkan. Terbukti, ketika SPG mengajak komunikasi peserta yang terpantau berteriak, ternyata dapat teredam tanpa ada perlawanan protes.

    Beberapa kali terlihat para SPG mendengarkan protes peserta atau melayani tanya jawab dengan peserta terkait lomba. Tidak hanya itu, sesekali para SPG ini juga terdengar sedang membicarakan burung yang dilombakan.



    Software Nominasi Berjalan Lancar

    Untuk kedua kalinya KM menerapkan sistem penjurian menggunakan inovasi Sofware Nominasi dimana sistem ini berfungsi membantu penjurian dengan teknologi komputerisasi.

    Chief Tim Software Nominasi yang juga Dewan Penasehat KM, Yogi Prayogi (CJ) yang mengatur masalah teknis ini mengatakan, software ini bukan hal baru, karena sudah banyak EO di Jakarta yang menggunakan metode nominasi.

    “Software nominasi bukanlah alat penjurian, namun sangat membantu juri, korlap, dan inspektur pelaksana dalam mengidentifikasi burung-burung yang layak juara atau masuk ranking nominasi. Ini bisa membantu menciptakan penilaian lomba yang fair sesuai dengan keinginan para peserta,” jelasnya.

    CJ menjelaskan, untuk menerapkan sistem ini, dibutuhkan persiapan yang matang, khususnya terkait koneksi internet. Karena, dalam lomba yang menggunakan Sofware Nominasi peserta bisa langsung mengakses hasilnya di www.softwarelomba.com.

    Ditambahkan CJ, Sofware Nominasi sementara baru diterapkan pada event-event lomba KM. Namun KM akan terbuka bagi EO manapun yang ingin menerapkan sistem ini bekerja sama dengan tim IT KM.

    "Sementara buat kalangan sendiri, karena ini masih perlu terus dikembangkan. Masih banyak yang harus dievaluasi karena sistem ini baru diterapkan. Kami akan sangat terbuka jika ada EO lain yang ingin bekerja sama menggunakan Sofware Nominasi ini," ujarnya.


    Suasana Penerapan Software Nominasi




    Penasehat Lomba KM, Tony Music (TM) menambahkan, penerapan Sofware Nominasi ini merupakan langkah inovasi KM yang patut mendapat apresiasi. Apalagi para peserta lomba bisa melihat hasil penilaian secara langsung saat itu juga.

    Namun demikian, TM berharap KM terus mengevaluasi sistem ini mengingat Sofware Nominasi ini menggunakan sistem nominasi tertutup. KM harus terus mensosialisasikan sistem ini karena para pelomba masih awam dengan penjurian semacam ini.

    "Pada dasarnya ini bagus dan sangat inovatif, dan bisa menjadi karakter khusus bagi KM. Tetapi harus terus dievaluasi mengingat dalam penerapannya agak sedikit lebih lambat hasilnya dibanding dengan sistem penjurian manual. Tapi untuk saat ini masih bisa dimaklumi karena ini baru kedua kalinya diterapkan," jelasnya.

    Sementara Penasehat KM yang juga pendiri omkicau.com, Duto Sri Cahyono menambahkan, untuk ke depan, KM harus bisa menciptakan juri-juri yang bisa memahami betul sistem penjurian menggunakan Sofware Nominasi. Manurutnya, akan lebih efisien jika para juri bisa langsung menginput hasil penilaian secara online melalui gadget yang dipegang juri masing-masing.

    "Kalau untuk yang sekarang, masih menggunakan bantuan tim input cukup menyita waktu. Sebaiknya ke depan juri bisa langsung menginput masing-masing secara online. Jika menggunakan tim input, tudingan penilaian tidak fair bukan lagi ada di juri, melainkan beralih curiga pasti ada human error saat menginput penilaian. Jika input dilakukan sendiri oleh juri, maka semua beban hasil penilaian tetap berada pada juri," papar Duto.

    Secara keseluruhan, lomba berjalan dengan lancar, meski ada sedikit kendala pada penerapan software nominasi, namun dengan sangat cepat bisa teratasi. Alhasil, dari 24 kelas yang dilombakan, bisa dibilang hampir tidak ada protes dari peserta lomba.


    Baca juga: Raja Top Mendadak Ngetop di Walikota Depok Cup
    by Published on 23 February 2014 01:48 PM     Number of Views: 880 
    Article Preview

    Dari juri, oleh Juri, untuk kicaumania

    METODE PENJURIAN KM adalah sesuai dengan PROSEDURE atau ALUR PENJURIAN secara runtut dan dilakukan secara TERBUKA, inilah urutannya:

    1. JURI MENCARI BURUNG-BURUNG LAYAK JUARA SESUAI STANDARD PENILAIAN
    Sistem penilaian didasarkan pada:
    1. IRAMA/LAGU
    2. VOLUME/SUARA
    3. GAYA
    4. DURASI/STAMINA
    5. FISIK

    Prosentase terbesar penilaian adalah pada IRAMA/LAGU, disusul kemudian oleh VOLUME/SUARA, GAYA, DURASI/STAMNA dan FISIK menempati urutan terakhir, fisik mempunyai prosentase terkecil dan hanya sebagai pembanding terakhir apabila ada nilai yang sama.

    IRAMA/LAGU, hal utama yang dinilai adalah variasi suara dan speed. Semakin banyak variasi suara, semakin tinggi nilainya. Semakin cepat irama/lagunya, semakin tinggi nilainya.

    VOLUME/SUARA, semakin keras suaranya, semakin tinggi nilainya bila dibandingkan dengan burung yang lain dalam satu kelas tersebut.

    GAYA, juri melihat bagaimana gerak dan olah tubuh si burung, terutama saat membawakan lagu pada setiap jenis burung.

    DURASI/STAMINA adalah berapa lama burung membawakan lagunya tanpa banyak berhenti atau ngetem (diem). Semakin sedikit jumlah ngetem/diem nya maka si burung semakin bagus. Burung yang bagus, bila membawakan lagunya dengan variasi yang banyak, Volume yang keras, durasi atau daya tahan dalam membawakan serta fisiknya yang bagus. Burung akan mendapatkan nilai plus bila mempunyai durasi/stamina yang bagus.

    FISIK, menyangkut keindahan bulu ...
    by Published on 2 April 2014 11:02 PM   


    Depok, (KM) - Andromeda BC Depok didukung oleh Ebod Jaya, menggelar event Road to Jatijajar Cup bertajuk Welcome “Tabloid Ronggolawe”, pada hari Minggu 30 Maret 2014, di Kostrad, Cilodong, Depok. Gairah para pesertapun masih tinggi, meski pekan depan sudah bersiap-siap menurunkan gaco-gaconya di event akbar “Jatijajar Cup”.

    Masa yang seharusnya digunakan sebagai “minggu tenang” agar para jawara cukup istirahat ini, nampaknya masih dimanfaatkan para gacoan kicaumania sebagai ajang pemanasan final sebelum bertarung di event akbar “Jatijajar Cup”.

    Terbukti, tidak kurang dari 700-an hadir pada gelaran Road To Jatijajar session terakhir ini. Atas respon yang tinggi dari para peserta, Ketua Panitia, Wasis Gunadi, mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan para peserta, dan berharap pemanasan kali ini akan memberikan hasil maksimal di event “Jatijajar Cup”.

    Ketatnya persaingan antar jawara membuat laga dari session ke session cukup memakan waktu, hingga panitia hanya sempat menyelesaikan hanya 26 dari 29 session yang disediakan, berhubung senja tak terasa datang menyambut.

    Di tengah sengitnya duel antar jawara, karena tipisnya perbedaan kualitas para jawara yang bertarung, tak urung beberapa jawara masih sempat mengukir prestasi nyeri.

    Foto Suasana Lomba



    Sebutlah misalnya “Ceper”, anis merah andalan Victor, Jakarta. Burung sarat prestasi ini langkahnya tak terbendung lawan-lawannya, melenggang ke puncak tangga juara di kelas paling bergengsi, kelas Anis Merah Qyu-Qyu. “Ceper”pun menuai prestasi maksimal di kelas Anis Merah Andromeda.

    Prestasi yang sama, juga ditorehkan oleh “Mutiara”, andalan H. Elviano, Ketua BnR Wilayah Jawa ini. Cucak hijau tangguh ini berhasil menjadi yang terbaik di kelas Cucak Hijau Tabloid Ronggolawe dan Cucak Hijau Kostrad, meskipun melalui pertarungan yang cukup sengit.

    Panitia bersyukur, event Road to Jatijajar session akhir ini dapat diselesaikan dengan lancar, serta tak menuai komplain dari para peserta. Untuk itu panitia menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya, atas sikap simpati para peserta, berlomba dengan suasana penuh keakraban, di tengah panasnya persaingan di antara para jawaranya.


    Ketua Panitia, Wasis Gunadi

    Tak ada gading yang tak retak, tentu panitia menyadari sepenuhnya bahwa di sana-sini masih banyak kekurangan dalam melayani para peserta. Untuk itu, panitia mohon maaf yang sebesar-besarnya. “Selamat bertanding di event Jatijajar Cup, semoga para peserta akan memperoleh hasil yang maksimal”, ungkap Wasis menyemangati.

    Hasil Lomba



    by Published on 6 February 2014 01:18 PM  Number of Views: 649 
    Article Preview

    Summary
    Lomba resmi KM dimukai tahun 2007, merupakan lomba Non Teriak dimana situasi Lomba burung saat itu sudah bukan lomba burung lagi karena teriak pelomba sangat kencang dan mengganggu kinerjka juri. KM merupakan pemrakarasa Lomba Tanpa Teriak yang waktu itu dinamakan LTTKM (Lomba Tanpa Teriak KM) pertama kali yang dimulai jaman kepengurusan Agus Hasan, lomba ini KM menggunakan Juri PBI.


    Lomba KM resmi selanjutnya diteruskan oleh Chirst Murdock / Goes sebagai Ketua KM / Wakil KM 2009-2011 dan Yoyo sebagai Koordinator Lomba dan Penjurian nya. Lomba cukup rutin dlakukan terutama di WTC tahun 2009 sebagai base camp Latber KM dan di MM sebagai base Camp Q Team. Lomba KM cukup ramai karena Christ Murdock dan Yoyo sangat berpengalaman mengemas lomba dan mempunyai ...
    by Published on 6 February 2014 05:45 AM  Number of Views: 571 
    Article Preview

    Semarang - KM, Plaza Cup 2 di Lapangan Yonif 400 / Raider, Jl. Setiabudi – Srondol , Semarang, Jawa Tengah. Lomba yang digawangi oleh Mr. Yono Plaza, ketua panitia lomba yang juga ketua Pengda PBI Jateng-DIY merupakan gerakan lomba untuk CINTA PBI dan lomba untuk menciptakan image Penjurian PBI yang selama ini menjadi obrolan miring para kicaumania seluruh Indonesia. Statement Mr. Yono selaku Ketua PBI ini merupakan awal yang sangat bagus untuk membuka lenbar PBI untuk berbenah khususnya di dunia Lomba burung.


    Suasana Lomba PBI, cukup meriah walau diguyur hujan

    PBI merupakan lembaga organisasi perburungan tertua di Indonesia, ...
    by Published on 23 December 2013 06:34 PM     Number of Views: 1928 
    Article Preview



    JAKARTA, (KM) - Sekitar seribu penghobi burung kicau memadati Lapangan Banteng, Jakarta dalam ajang lomba burung kicau Pemilu KM Cup 2013.

    Lomba dalam rangka pemilihan umum ketua kicau mania yang berada dalam naungan www.kicaumania.or.id (KM) ini berlangsung sejak pagi hingga sore dengan menghadirkan sedikitnya 900 ratus burung yang menampilkan kebolehannya dalam berkicau.

    Adapun burung yang ditampilkan antara lain jenis Murai Batu, Lovebird, Kacer, Cucak Ijo, Anis Merah, Anis Kembang, Kenari, dan lain-lain. Meski dirudung hujan sejak pagi hingga siang, tak mengurangi antusias para kicau mania dalam melampiaskan hobinya.

    Total hadiah yang disediakan hingga Rp160 juta dengan hadiah utama senilai Rp10 juta untuk kelas Murai Batu. "Peserta tercatat sekira seribu orang. Total hadiah macam-macam dengan hadiah total ratusan juta," ujar Ketua Panitia Lomba Theja Sanjaya, Minggu (22/12/2013).

    Penanggung jawab lomba, Yogi Prayogi menambahkan, juri untuk menilai burung didatangkan dari berbagai wilayah yang berstatus independen. “Dalam lomba Pemilu KM Cup kami menggunakan acak juri dari berbagai provinsi yang tujuannya untuk menghindari KKN, dua pengawas ...
    by Published on 6 February 2014 12:38 PM   

    JAKARTA, (KM) - Di lapangan permanennya Jl Mualim, Cibubur, Jakarta Timur, gelaran Latihan Bersama (Latber) Andromeda BC, Rabu 5 Februari 2014 yang digawani Duo Srikandi, Ny Anggun dan Ny S Yusup ini berlangsung meriah. Sekitar 250 an peserta ambil bagian dalam perebutan gelar tertinggi di tiap session yang dimainkan.

    Latber di Mualim digelar seminggu dua kali, setiap hari Rabu dan Minggu, menggunakan tim juri independen. Latpres digelar dua kali sebulan, yaitu Latpres "Minggu-an” di awal bulan dan Latpres “Rabu-an” setiap minggu ketiga.

    Sejak dibuka hampir dua tahun lalu, arena Mualim Cibubur ini nampaknya kian menjadi pilihan kicaumania. Berdasarkan pantauan KM, ada beberapa penyebabnya.

    Yang pertama, penjurian yang fair dan komposisi hadiah yang wajar. Kedua, lokasi ini disambangi pemain-pemain akar rumput maunpun papan atas. Pemain akar rumput bukan mustahil menurunkan burung-burungnya tidak sekadar hobi, tetapi juga berharap keberuntungan burungnya moncer dan “dilirik” oleh para “hunter” burung-burung berkualitas, yang umumnya pemain-pemain papan atas.


    Kiamat, milik H Ramli, rajai laga di kelas Murai Batu Galaxy dan Murai Batu Bintang

    Take over burung-burung berprospek sering terjadi di lapangan ini. Salah satu contohnya, sebulan yang lalu, murai batu milik pemain pemula yang moncer juara I di lapangan ini, di take-over H Ramli dengan harga yang relatif “miring”, sekitar Rp15 juta-an. Kini, gaco baru milik H Ramli yang dinamai “Kiamat” ini sering moncer, tidak hanya di lapangan ini saja, dan kabarnya sudah ditawar puluhan juta rupiah.

    “Kiamat ini sudah ditawar Rp50 juta, gak aku kasih, aku masih sayang”, ujar H Ramli dengan logat Maduranya yang kental.

    Ketiga, boleh jadi, kalau burung sudah bisa menang di lapangan ini, umumnya di lapangan lain juga menang. Pasalnya, lapangan Mualim yang letaknya di pinggir jalan ini seolah “mensyaratkan” burung-burung yang ingin menang, selain berkualitas, juga harus bermental baja. Mungkin, dengan melatih burung-burungnya di Mualim, peserta berharap gaco-gaconya kian bermental baja.


    Bettriz, tak terkalahkan di kelas Love Bird Galaxy dan Love Bintang

    Seperti biasa, Latber dimulai dengan session laga di kelas pleci, kelas yang sudah jarang dibuka oleh EO lain di wilayah DKI Jakarta. Begitu ketatnya persaingan, hingga peraih gelar terbaiknyapun saling ambil alih.

    Di session pertama pleci, keluar sebagai juara pertamanya adalah Bay-Bay milik Suryana Mansur. Di kelas pleci yang kedua, gelar tertinggi diraih oleh Onet, debutan Acunk.

    Kurang puas dengan gelaran pleci yang hanya dibuka dua kelas, pesertapun meminta panitia untuk membuka kelas pleci tambahan. Panitia menyambut baik keinginan peserta dengan membuka kelas Pleci Tambahan, dan jago lawas Yuppy, andalan A’Enda berhasil keluar sebagai kampiunnya.

    Latpres kali ini diwarnai perolehan gelar hattrick. Tiga gaco sekaligus yang meraih prestasi nyeri, mereka adalah Kiamat milik H Ramli, Bettriz besutan Ogus Dewa, dan Pesona 3, kebanggaan H Bambang.

    Kalau Kiamat merengkuh tahta tertinggi di kelas Murai Batu Galaxy dan Murai Batu Bintang, maka Pesona 3 sukses menjadi juara pertama di kelas Kacer Galaxy dan Kacer Bintang. Sedangkan Bettriz menjadi “ratu”nya kelas Love Bird Galaxy dan Love Bird Bintang. (Gun, ABC).


    Jaya, gacoan Sumaryoto, berjaya di kelas Kenari Standar Galaxy


    Berikut daftar pemenang Latber Andromeda BC Mualim, Rabu 5 Februari 2014:










    by Published on 6 February 2014 12:01 PM   

    DEPOK, (KM) - Latihan Prestasi (Latpres) Ba’da Jum’at-an yang digawangi juri-juri PBI senior, kembali digelar di lapangan Baleram, Depok Timur, Jum’at 31 Januari 2014.

    Tak kurang 300-an peserta ikut meramaikan gelaran latpres tutup bulan ini, meski cuaca kurang bersahabat. Menjelang senja, seluruh dari 20 session laga berhasil diselesaikan tanpa komplain peserta.


    Lapindo, andalan Angga, menjadi double winner, raih Juara I C. Hijau Banyuasin & C. Hijau Lematang

    Dua gaco yang mencorong penampilannya siang itu adalah Lapindo milik Angga dan Kusut andalan Bambang PLN. Lapindo dan Kusut berhasil menjadi double winner di kelas-kelas yang diikutinya.

    Dengan tembakannya yang panjang-panjang, aktif dengan volumenya yang tembus, Lapindo berhasil menempati posisi teratas di kelas Cucak Hijau Banyuasin dan Cucak Hijau Lematang. Di kelas Kenari, Kusut menunjukkan dominasinya dengan merebut gelar tertinggi di kelas Kenari Lematang dan Kenari Rambang.


    Kebanggaan Bambang PLN, Kusut, hattrick dengan merebut Juara I Kenari Lematang & Kenari Rambang

    Pertarungan sengit di kelas Murai Batu Banyuasin dimenangkan oleh Bendo, andalan Yosep, dibayang-bayangi oleh Mr Bayy milik H Nur di posisi runner up. Namun, di kelas murai batu berikutnya, Mr Bayy berhasil menjuarai kelas Murai Batu Lematang.

    Barongsay, andalan Mr Tri, dengan lantunan lagunya yang variatif, nagen dan speednya yang rapat, berhasil meloloskan diri dari kepungan lawan-lawannya, hingga layak dikukuhkan menjadi yang terbaik di kelas Kacer Banyuasin.

    Laga di session lain berlangsung ketat, ambil alih pemenangpun terjadi. Adapun kicaumania yang mungkin layak digelari “juara umum” adalah Mego S, pengorbit beberapa jenis burung jawara asal Depok II.

    Pasalnya, gaco-gaco Mego S berhasil menggaet dua gelar juara pertama dan dua gelar juara kedua. Gaco-gaco Mego S peraih juara pertama adalah Tari Balet dan Bara Api. Kalau Tari Balet menjadi juara pertama di kelas Kacer Lematang, maka Bara Api menjadi yang terbaik di kelas Kacer Rambang. Bara Api sendiri, meraih double runner up yaitu di kelas Kacer Banyuasin dan Kacer Lematang.

    Atas partisipasi dan terjaganya lomba dengan tertib, Ketua Pelaksana, Dhani, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. (Gun, ABC)















    Berikut daftar pemenang Latpres Baleram Ba’da Jum’at-an , Jum’at 31 Januari 2014:
















    by Published on 25 December 2013 09:01 PM     Number of Views: 889 



    Jakarta, (KM) - Sebuah pagelaran akbar lomba burung berkicau tingkat nasional di akhir tahun ini, Pemilu KM Cup 2013 telah dilaksanakan dengan sukses, gelaran ini dipersembahan www.kicaumania.or.id (KM) khusus untuk kicau mania di seluruh Indonesia.

    Acara yang digelar di lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/12/2013) ini guna menyambut terpilihnya pimpinan KM yang baru periode 2014-2016. Dengan program-programnya yang luar biasa, diharapkan KM kedepannya bisa lebih baik lagi.

    Dengan menggunakan Software Nominasi, merupakan terobosan yang sangat luar biasa dari KM guna mendapatkan hasil nominasi dan pemenang lebih cepat dan akurat, untuk menghindari prasangka negatif dari peserta lomba terhadap juri dan panitia.

    Walaupun hujan menyelimuti tempat diselenggarakannya acara sepanjang hari, tidak menyurutkan antusias peserta dalam mengikuti lomba ini. Sebelumnya sempat ada kekhawatiran dari para peserta, kalau burungnya tidak bisa koncer di arena lomba. Tapi kenyataan berkata lain, banyak jagoan para peserta menunjukan hasil yang sangat maksimal.

    Dibuka dengan kelas Branjangan dan Hwa Mei (Wambi) pada pukul 9:00 WIB, sebagai kelas hiburan dan pemanasan lomba dan tandanya perlombaan akbar ini dimulai. Disusul kelas Anis Kembang Duta KM (DKM) dan Silangan Import DKM, menambah kehangatan para peserta lomba di arena perlombaan.

    Memasuki kelas AM Vote On Line (VOL), persaingan memperebutkan Juara mulai lebih terasa, semua peserta masing-masing kelompok baik yang membawa nama Bird Community (BC) atau Single Fighter (SF), saling memberikan dukungan kepada jagoannya untuk dapat tampil maksimal dan bisa membawa pulang prestasi.

    Walaupun di kelas ini akhirnya Rocket, hasil tempaan Om Dede Suryaman yang keluar sebagai pemenang dan berhak membawa piala juara. Sedangkan di kelas AM www.Kicaumania.or.id dimenangkan oleh Om Yatno dengan jagoannya bernama Ceper.

    Perlombaan mulai lebih memanas lagi saat memasuki kelas yang lebih bergengsi, yaitu kelas Love Bird (LB) Eb-odjoss. Walaupun saat itu arena lomba hujan makin deras, tidak sedikitpun menyurutkan semangat peserta, Nampak meraka rela menyaksikan jagoannya tampil meski harus basah kuyup.

    Suasana semakin menegang saat penjurian mulai memasuki babak nominasi, sempat terjadi protes beberapa peserta yang tidak terima juri yang berlaku kurang adil, saat ‘jagoannya’ tidak masuk ke dalam nominasi. Walaupun akhirnya keputusan juri mutlak memenangkan Buser milik Om Teguh a.k.a Tejo dari Radio Dalam, sebagai Juara I dan berhak membawa hadiah.

    Nama Buser sudah tidak asing lagi di telinga para kicau mania terutama di Jakarta dan Jawa barat, karena di tahun sebelumnya di KM Cup, Buser juga menggondol juara 1 di kelas yang bergengsi mengalahkan LB jawara nasional lainnya.

    Menurut Om Tejo, Buser tidak pernah absen di liga-liga bergengsi dan selalu masuk nominasi atau menjadi juara. Sudah tak terhitung lagi piala yang telah dikoleksinya.

    “Bahkan pernah sempat pernah di tawar hingga Rp45 juta , tapi belum minat untuk saya lepas,” ungkapnya kepada KM.


    Om Ardhy dari Happard BC Pulogadung dengan jagoannya Mata Dewa

    Di kelas yang tak kalah gengsinya, kelas LB Ronggolawe, didapat nama Om Ardhy dari Happard BC Pulogadung dengan jagoannya Mata Dewa yang keluar sebagai pemenang. Walaupun tiket didapat dari cancel-an peserta, kesempatan itu tidak disia-siakan begitu saja oleh Om Ardhy, terbukti juara 1 didapatnya.

    Mata Dewa sendiri di kalangan pecinta kicau nasional sudah tidak asing lagi dengan namanya, karena sudah ratusan piagam dan piala yang dikoleksinya. “kalo dihitung-hitung berapa kali? Enggak kehitung mas, soalnya piagam saja sudah hampir 400an ada kali,” selorohnya.

    “Bukan saya yang ngomong ya, setiap pemain Lb yang lain ngomong, untuk stabilitas LB di nasional sekarang hanya Mata Dewa yang paling stabil. Karena apa? dia udah hampir 2 tahun di lapangan, sudah gitu kalau main di sana seminggu bisa 1-4 kali main, alhamdulillah masih bisa masuk 3 besar,” imbuhnya.


    Janda asuhan Dr Mulyana dari The Doctor SF dan Bella milik H. Rico dari RR SF

    Di kelas lainnya pun, seperti LB www.Kicaumania.or.id didapat pemenang Janda asuhan Dr Mulyana dari The Doctor SF dan di kelas Vote Online, H. Rico dari RR SF dengan jagoannya yang biasa dipanggil Bella yang jadi juaranya.


    Mr. Granat (Bobby KCI)

    Kelas Cucak Hijau Tak Kalah Seru

    Tidak mau kalah dengan juara yang sudah disebutkan di atas , Mr. Granat (Mr. G) dari kelas Cucak Hijau (CI) tidak mau ketinggalan untuk mendapat juara 1 di kelas bergengsi lainnya yaitu kelas Cucak Hijau Eb-odjoss. Seperti di event-event lainnya, Mr. G mulai mendominasi dan memimpin sementara tahta juara di kelas ini.

    Semuanya tidak lepas dari racikan rahasia dan penanganan yang sangat luar biasa dari pemiliknya, Om Bobby dari KCI (Komunitas Cucak Hijau Indonesia) dari Jakarta Utara, walaupun saat digantang Mr. G memasuki masa mabung.

    “Kemarin Granat kondisinya memang lagi mabung parah, tapi ya karena saya kepentingannya ketemu teman-teman juga, ngumpul, terus ada kewajiban datang di poin liga, ya saya datang dengan kondisi burung yang enggak fit, tapi ya masih diberi keberuntungan juara 1,” ungkapnya.

    Di kelas Cucak Hijau www.Kicaumania.or.id, Halimun asuhan Pakde Sodong is The Best yang keluar sebagai pemenangnya dan Obama milik Om Hanz KM Jawa timur sebagai pemenangnya juga.

    Sementara Hanz, satu-satunya perwakilan dari KM Jatim ini sempat harap-harap cemas momongannya, Obama mampu berprestasi di Pemilu KM Cup ini. Pasalnya, setelah mengikuti dua sesi, Obama belum mampu memikat para juri. Namun saat masuk sesi ketiga, di saat Obama nampak kelelahan, justru penampilannya makin menakjubkan.

    "Kalau tampilan pertama saya tahu Obama memang kurang maksimal. yang kedua dia sudah oke, namun lawannya juga oke. Padahal justru tampilan yang ketiga ini yang saya khawatir, karena Obama nampak kelelahan. Tapi di luar dugaan justru Obama malah koncer," ujar Hanz yang akhirnya tersenyum lega.


    Halimun (Pakde Sodong is The Best) dan Obama (Hanz KM Jatim)

    Terkait terpilihnya ketua baru www.Kicaumania.or.id, beberapa kicau mania berharap kedepannya bisa lebih maju dan terus mengeluarkan terobosan-terobosan baru di dunia burung kicau.

    “Diharapkan lebih dinamis dan kompak, terus kedepannya ada program-program yang lebih membuat hidup KM. Yang bagus dilanjutkan dievaluasi yang kurang bagus ditinggalkan,” ujar salah seorang kicau mania, Bobby.

    Naskah: Nanank Kartiwa (wa2)
    Foto: Nanank Kartiwa (wa2)
    Editor: Giri Prakosa (giriondeadline)



    Hasil lomba Pemilu KM Cup 2013
    by Published on 18 December 2013 06:32 PM  Number of Views: 676 

    Assalamu’alaikum. Wr. Wb. Salam sejahtera buat kita semua

    Menindaklanjuti pengumuman Ketua Panitia Pemilu pada link ini: http://www.kicaumania.or.id/forums/s...u-KM-2013-quot, serta berdasarkan hasil diskusi unsur Dewan Penasihat KM, Founder KM, Perwakilan Ex: Panitia Pemilu KM 2013, dengan jumlah yang hadir adalah:


    1. Zulham Ariansyah (DP)
    2. Duto Sri Cahyono (DP)
    3. Yulpri Handri (DP)
    4. Ari Seno Abimanyu (DP) dititipkan suaranya ke Ari Suprawadi
    5. Yogi Prayogi (DP & Ketua KM 2011-2013)
    6. Ari Suprawadi (DP + ex Ketua Pemilu KM 2013)
    7. Christ Murdock (DP)
    8. Bambang Rusdianto (Founder KM)
    9. Ali Nursojo (Founder KM)
    10. Ibnu (Founder)
    11. Ari Sucian N (Ex: Wakil Ketua Panitia KM 2013)
    12. Cahyono AS (Ex: Panitia Pemilu KM 2013)

    dengan ini MEMUTUSKAN

    1. Menunjuk Sdr. Goes Tirto sebagai Ketua umum KM periode 2014-2016
    2. Menunjuk Sdr. Ridho (Renan) sebagai Ketua KM 1
    3. Menunjuk Sdr. Theja Sanjaya sebagai Ketua KM 2
    4. Menunjuk Sdr. Danang (Penthol) sebagai Ketua KM 3 untuk pembagian tugas KM1, KM2 dan KM3 diserahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum KM
    5. Membentuk Dewan Pengawas KM dengan anggota yang susunannya akan disampaikan kemudian
    6. Memberi wewenang kepada Ketua KM terpilih untuk segera:
    a. Membentuk Undang undang Pemilu KM
    b. Menjalankan amanah AD ART Km secara benar
    c. Restrukturisasi Team Admin KM dengan pejabat yang amanah yang menjunjung tinggi kejujuran, keadilan dan menjaga kerahasiaan data dan aset KM.

    Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka Pelantikan Ketua dan Wakil Ketua KM akan dilakukan pada tanggal 22 Desember 20123 bertepatan dengan Lomba KM di Lapangan Banteng.

    Mohon para calon ketua hadir pada tanggal yang telah ditetapkan dan hadir sebelum acara lomba dimulai ± pukul 08:20.

    Demikian hal ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih

    Hormat kami
    a.n Dewan Penasihat KM
    by Published on 2 January 2014 05:17 PM     Number of Views: 486 


    BALI, (KM) - Apa yang terpikirkan ketika mendengar nama Curik Bali? Salah satu satwa endemik yang menjadi khas dari pulau dewata ini telah menjadi bagian dari satwa langka yang terancam punah. Lantas apakah kita akan berpangku tangan menyaksikan burung bernama latin Leucopsar Rothschildi yang memiliki keterkaitan dengan tanah Bali ini terabaikan begitu saja?

    Untuk itulah Bali Safari & Marine Park yang tergabung dalam Asosiasi Pelestari Curik Bali (APCB) menyelenggarakan kegiatan ‘Sosialisasi Program Konservasi Curik Bali’ belum lama ini kepada masyarakat Desa Serongga, Lebih dan Medahan sebagai desa-desa yang berada di sekitar Bali Safari & Marine Park.

    Melalui kegiatan yang diselenggarakan di Lobi Teater, Bali Safari & Marine Park, APCB bersama Bali Safari & Marine Park mengajak masyarakat untuk turut mendukung pelestarian Curik Bali baik ex-situ maupun in-situ.

    Selain sebagai desa budaya, diharapkan juga ke depannya desa-desa penyangga Bali Safari & Marine Park menjadi desa konservasi, terutama terhadap spesies langka burung Curik Bali.


    Curik Bali, dengan karakteristik bulu yang dominan putih dengan ujung sayap dan ekor berwarna hitam serta kulit di sekitar mata yang berwarna biru ini mengalami penurunan populasi yang kian mengkhawatirkan. Hal ini membuat peran masyarakat, pemerintah, lembaga konservasi hingga LSM terkait perlu untuk turut ambil andil dalam upaya pelestariannya.

    Ketua APCB yang juga Board Director of Taman Safari Indonesia Tony Sumampau mengatakan, semakin langkanya populasi Curik Bali membuat APCB merasa khawatir dan kemudian mengajukan usul kepada pemerintah agar masyarakat diberi ijin dalam memelihara Curik Bali. "Tentunya dengan mengikuti seluruh aturan dan kaidah-kaidah yang berlaku,” ujarnya.

    Mengenai peran serta masyarakat dalam melestarikan satwa yang menjadi maskot di pulau Bali ini, salah seorang pengurus APCB, Retno Sudarwati mengutarakan fakta, satu hal yang membuat program konservasi Curik Bali yang digagas oleh APCB menjadi berbeda, yakni dengan mengajak masyarakat untuk turut aktif secara langsung dalam upaya melestarikan satwa langka, melalui program pembinaan desa konservasi.

    "Nantinya, masyarakat desa akan diberi pelatihan serta informasi-informasi terkait penangkaran serta cara-cara untuk menjaga dan melindungi Curik Bali, sehingga strategi pelestarian ini dapat bermanfaat bukan hanya dari sisi konservasi saja, melainkan juga berpengaruh terhadap nilai-nilai ekonomi, pariwisata dan kebudayaan," jelasnya.

    Melalui adanya pembinaan desa konservasi ini, diharapkan populasi Curik Bali mengalami peningkatan. Sementara itu, dari sisi ekonomi dapat memberi manfaat secara langsung ataupun tidak langsung, yakni melalui aspek pengembangbiakan, pengadaan pakan maupun perkandangan.

    Hal ini tentu tidak menutup kemungkinan bahwa aspek pariwisata, baik melalui wisata pendidikan maupun wisata komersil di wilayah desa dapat ikut terangkat.

    Kondisi lingkungan di sekitar desa binaan, tingkat kepedulian dan komitmen masyarakat terhadap pelestarian Curik Bali menjadi hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjalani program desa binaan konservasi, terutama terhadap spesies Curik Bali.

    Program ini pun mendapatkan antusias yang baik dari masyarakat desa yang hadir dalam acara sosialisasi program konservasi Curik Bali. Animo masyarakat terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar kontribusi yang dapat dilakukan dalam mendukung dan menyukseskan pelestarian satwa langka yang satu ini.


    GM Bali Safari, Hans Manansang memberi kata sambutan pada acara sosialisasi program konservasi Curik Bali

    General Manager Bali Safari & Marine Park Hans Manansang mengatakan, program konservasi Curik Bali ini ingin menggugah hati masyarakat agar bersama-sama melestarikan satwa yang terancam punah. Bersama Bali Safari & Marine Park sebagai eksekutor lapangan dari pelaksanaan kegiatan APCB ini, populasi Curik Bali yang kian menurun menjadi hal yang sangat diperhatikan.

    "Melalui program desa binaan ini, diharapkan potensi dan keunggulan desa bisa meningkat. Dalam perkembangannya, bukan hanya Curik Bali yang populasinya tetap terjaga, namun desa-desa binaan yang merupakan desa penyangga di Bali Safari & Marine Park ini pun dapat berkembang lebih maju,” pungkasnya.


    Naskah: Giri Prakosa (giriondeadline)
    Foto: Bali Safari & Marine Park